Selasa, 24 Februari 2009

Mulailah jauhkan ponsel dari saku celana kaum Pria ?

Dalam eksperimen ilmiah terkini peneliti dari institusi Celeveland Clinic di AS mengindikasikan hasil penemuan bahwa perangkat ponsel yang terpasang menyala dapat berpengaruh langsung menurunkan kualitas sperma manusia apabila keduanya berletakkan saling berdekatan dalam kurun waktu cukup lama.
Ashok Agarwal, Direktur institusi riset the Center for Reproductive Medicine di Celeveland memperkirakan, bahwa dampak paparan sinyal elektronik : “radio-frequency electromagnetic” dari perangkat ponsel apabila selagi dipergunakan berposisi cukup dekat dengan kelamin pria dicurigai dapat mempengaruhi kelenjar gonads hingga menyebabkan penurunan kualitas sperma pria. Penurunan kualitas sperma yang ditemukan yakni dalam hal “mortility” dan “viability”, dampak yang juga sering terjadi dalam kondisi terjadinya infeksi pada saluran urine ataupun kondisi pria yang dalam aktivitas sehari-hari sering terpapar terhadap kondisi lingkungan hidup berpolusi tinggi. Jadi orang-orang yang sehari-hari dalam beraktivitas terbiasa mengantongi ponsel dalam saku celananya dalam kondisi menyala: “on talk mode” pantas memperhatikan peringatan ini.

Dalam eksperimen yang dilakukan ponsel didekatkan selama kisaran waktu 1 jam dengan sampel cairan sperma manusia yang diambil atas 32 responden. Penelitian membagi 32 responden dalam 2 kelompok: kelompok “Uji” dan “Kontrol” eksperimen. Setiap responden masing-masing diminta menyerahkan sampel sperma dalam gelas tabung lab kecil untuk dibawa ke lab peneliti untuk sama-sama dikondisikan dalam kondisi lab, hanya saja untuk sampel sperma kelompok uji diletakkan berjarak 2.5cm dari sebuah perangkat ponsel berspesifikasi sinyal 850 MHz dalam kondisi menyala untuk diadakan pengamatan atas pengujian setelah selama 1 jam.
Selain tejadinya dampak negatif pada mortilitas dan viabilitas sperma manusia, penelitian juga mengamati bahwa pada sperma percobaan kelompok uji terdapat 85% peningkatan terjadinya radikal bebas dibanding sperma dari kelompok kontrol, yang lazim terjadi dalam kondisi “evidence of oxidative stress”.

Walau mengakui bahwa lingkup penelitian eksperimen yang dilaksanakan masih berlangsung amat terbatas dalam hal jumlah sampel responden atau pun kondisi eksperimen sperma yang disimpan dalam kondisi lab yang tentunya terbilang amat berbeda dari kondisi tubuh manusia yang sesungguhnya, namun riset awal ini bagi Agarwal amat penting sebagai bahan untuk riset lanjut yang lebih luas dan mendalam. Agarwal dkk sebelumnya pun pernah melakukan riset dengan metode pengumpulan data dengan “self-reported data” atas sejumlah 361 sukarelawan para pria dewasa yang dalam aktivitas sehari-hari memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan komunikasi seluler, kemudian mengungkapkan hasil temuan bahwa kalangan pengguna ponsel yang terbiasa beraktivitas ponsel 4 jam lebih ternyata diamati mengalami penurunan yang terlihat signifikan pada kualitas sperma dibanding kalangan yang menggunakan ponsel sehari-hari dalam periode waktu yang hanya kurang daripada 4jam.


Sumber: Up-dates cnn|com. / Rizal AK.
http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=1&ch=berita&id=716

Valentino Rossi



Jika di Formula One kita mengenal Michael Schumacher sebagai sang legenda, maka di lomba balap motor pun ada jawaranya. Grand Prix Moto GP mencatat Valentino Rossi sebagai seorang master di balap motor ini. Pria kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979 ini berhasil menorehkan tinta emas di dunia balap motor dengan membukukan tujuh gelar juara dunia, sekali di kelas 125 cc, sekali di kelas 250 cc, dan lima kali di kelas puncak 500 cc dan MotoGP.

Bakat pria berusia 29 tahun ini sudah terlihat sejak kecil. Ketika anak-anak seusia asyik dengan mainannya, Rossi sudah bermain dengan motor balap sungguhan. Mental juaranya sudah terasah sejak usia dini. Di usia sepuluh tahun, bahkan Rossi sudah menjuarai kejuaraan gokart regional dengan mengalahkan lawan-lawannya yang berusia jauh di atasnya.

Pada usia baru menginjak 14 tahun, Rossi juga sudah menjadi juara balap nasional Italia di kelas 125 cc. Kemudian, pada tahun 1998 Rossi naik kelas di kategori 250 cc. Pada tahun pertama ia langsung menjadi runner-up. Perkembangan pesat hasil latihan kerasnya kemudian segera mengantarkan Rossi naik ke kelas internasional. Ia pun menjajal MotoGP kelas 125 cc. Tak perlu menunggu lama, setahun berikut ia sudah naik podium sebagai juara dunia kelas 125 cc.

Perkembangan karier Rossi melaju sangat pesat. Tahun 2000, penyuka tantangan ini menjajal kelas utama 500 cc. Prestasinya langsung menghebohkan publik dengan juara dunia kelas 500 cc di tahun kedua. Selama tiga tahun berturut-turut Rossi mempertahankan gelarnya di kelas utama bersama Honda.

Menurut Rossi kunci kemenangannya adalah ketenangan dan menjadi pemikir. "Di balap 500 cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,"ucapnya. Dengan ketenangan itulah, berkali-kali ia sering memperlihatkan aksi "akrobatik" saat hendak terjatuh atau saat menyalip lawan di tikungan.

Pada akhir musin 2003, Rossi memutuskan untuk meninggalkan tim Honda dan bergabung dengan tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalapnya Wayne Rainey. Awalnya, ia disangsikan bisa meneruskan kejayaannya saat masih di tim lama karena memang performa Yamaha dianggap masih sekelas di bawah Honda.

Tapi, bukan Rossi namanya jika tak mampu menaklukkan tantangan. Ia membuktikanb bahwa mesin hanyalah alat, dan oranglah-yakni dirinya sebagai pembalap-yang menentukan menang dan kalah. Dan, ia pun membuktikan semua omongannya. Tim Yamaha mampu diangkatnya ke pentas juara sehingga ia dijuluki The Doctor. Bersama tim Yamaha, Rossi berhasil membuktikan dirinya tetap menjadi yang terdepan dengan menjadi juara dunia tahun 2004 dan 2005.

Rossi merupakan sosok yang menyukai tantangan. Kepindahannya ke Yamaha memberikan tantangan tersendiri baginya. Motivasi untuk mengatasi tantangan membuat Rossi selalu berjaya di setiap kelas dan tim yang digelutinya. Ia merupakan sosok yang dinamis yang tak pernah berhenti dan merasa puas dengan pencapaiannya. Tantangan apapun yang ada di depannya pasti akan dikejarnya.

Menyukai tantangan dan tidak patah semangat adalah kunci keberhasilan dari seorang Valentino Rossi. Ia mampu membuktikan dirinya sebagai yang terdepan di arena balap MotoGP. Tekad dan pemikiran yang matang membuat namanya semakin berkibar di dunia internasional. Kisah perjalanan Valentino Rossi yang layak diacungi jempol dan diteladani. Luar biasa!

sumber : http://www.andriewongso.com/awartikel-1584-Success_Story-Valentino_Rossi

Sabtu, 21 Februari 2009

Inti semua kebijaksanaan

Konon. Ada seorang raja muda yang pandai. Ia memerintahkan smua mahaguru terkemuka untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan yang ada didunia ini. Merekapun segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan. Raja yang pada saat itu telah mencapai usia enampuluh tahun, berkata kepada mereka, “Saya tidak mungkin dapat membaca ribuan buku. Ringkaslah semua dasar-dasar kebijaksanaan itu”

Setelah sepuluh tahun bekerja untuk meringkas dasar-dasar kebijaksanaan yang diambil dari ribuan buku tersebut, para mahaguru berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dalam seratus jilid. “Itu masih terlalu banyak”, kata sang raja. “Saya telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu dalam inti yang paling dasariah.”

Maka orang-orang bijak itu kembali mencoba dan memeras semua kebijaksanaa didunia kedalam hanya satu buku. Tapi pada waktu itu Raja telah berbaring di tempat tidur menjelang kematiannya. Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi buku kebijaksanaan itu menjadi hanya satu pernyataan, “Manusia hidup, lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah: Cinta”.

sumber : http://inspirasi2.wordpress.com/2008/06/06/inti-semua-kebijaksanaan/

Selasa, 10 Februari 2009

DAN AKHIRNYA..

Dan akhirnya, aku harus meninggalkan semuanya. Persahabatan dan cinta. Sahabat, hanya maaf yang dapat kuucap dari bibir ini. Apa yang terjadi selama 2 bulan ini adalah salahku. Semua salahku, dan aku harus menanggung semua akibat dari perbuatanku. Aku harus ikhlas meninggalkan kenangan kita lagi. Aku hanya berharap kamu bisa mengerti, dan hanya doa yang tulus dariku, semoga semuanya bahagia tanpa aku.

Cintaku, aku harus meninggalkan perasaan itu demi kebaikan semuanya. Tidaklah ada seorang wanita pun di dunia ini yang ingin di caci demi mendapatkan seorang laki-laki. Dan akhirnya aku pun ikhlas meninggalkan perasaan itu meskipun juga terasa sakit. Mungkin hanya keajaiban yang akan membawamu kembali padaku. Membawa secercah harapan untuk memulai kisah yang baru bersamamu. Semoga..

Dan akhirnya.. aku pun harus kehilangan kenangan bersama mereka lagi. Kisah ini seakan terulang seperti kisah 8 tahun lalu, dimana aku harus kehilangan kalian semua. Hingga saat ini lidahku kelu mengucap selamat tinggal pada kalian karena sebenarnya aku masih ingin mengukir kenangan itu.

Dan akhirnya, hanya kata .. Maaf.. yang mengiringi langkah gontaiku menuju masa depanku yang semoga dapat menyembuhkan luka hatiku.. Terima kasih untuk goresan kenangan selama 2 bulan ini bersama kalian. Singkat bagi waktu, namun kisah yang panjang bagi masaku..