Jangan di buka kalo gak pengen buka, jangan di baca kalo gak pengen baca, jangan komen kalo gak pengen komen. Just Enjoy..
Rabu, 11 November 2009
11 NOVEMBER 2009
Meskipun kisah kami tidak berlangsung lama, tapi semua kenangan itu cukup berkesan dalam memori otakku.
Berinisial A, sejak kepergiannya, aq hanya bisa memeluknya dlm mimpi, mendapatkan senyumannya hanya dlm anganku. Entah sampai kapan aq akan merindukannya. Hanya satu yg aq lakukan jika bertemu dengannya, hanya ingin mengucap kata "maaf" dan "terimakasih".
Apakah aq tidak punya kesempatan sedetikpun bertemu dg dia, meskipun hny sekedar sekilas memandang wajahnya? Aq tahu, mungkin tidak sekarang, entah esok atau lusa, atau kapan, tp aq akan menunggu saat itu tiba.
Namun, jika hari ini aq bertemu dia dlm mimpiku, aq hanya ingin katakan..
SELAMAT ULANG TAHUN....
SEMOGA KAMU SELALU BAHAGIA DI MANAPUN KAMU SAAT INI..AMIIN..
@semua ini tentangnya (Andika Prasetya), seseorg yg pernah aq lukai@
Kamis, 01 Oktober 2009
G30S/PKI, Hari Lahir Pancasila, dan Gempa Sumatra
Sebagai masyarakat Indonesia, seharusnya kita ingat tanggal dimana Gempa Sumatera itu terjadi, adalah sama dengan tanggal dimana PKI melakukan pemberontakan di negeri ini. Dimana pahlawan kita diperlakukan seperti binatang yang tidak layak hidup. Gempa Sumatera telah nyata membuat kita lupa pada perjuangan Pahlawan Revolusi kita.
Seharusnya pula kita ingat bahwa pada tanggal ini, 1 Oktober, adalah hari lahirnya Pancasila, yang sekali lagi kita telah dibuat lupa untuk mengibarkan bendera Merah Putih 1 tiang, pada hari ini. Apakah nasionalisme kita terus berkurang seiring dengan perkembangan jaman? Padahal seharusnya kita selalu ingat pada Sejarah, dari mana kita mendapatkan kemerdekaan ini.
Bila memang kita telah lupa mengibarkan bendera Merah Putih 1 tiang, seharusnya kita masih ingat untuk mengibarkan bendera Merah Putih 1/2 tiang, sebagai rasa ikut berduka atas Gempa-Gempa yang terjadi di Bumi Indonesia kita ini.
Sampai kapan kita terus lupa?? Apakah Allah SWT harus selalu mengingatkan kita pada dosa-dosa yang telah kita berbuat?? Semoga kita menjadi umat yang selalu mengingat Allah SWT..Amiin..Wallahu 'alam..
Sabtu, 30 Mei 2009
BOEDIONO
Boediono, selain namanya yang hampir mirip dengan namaku, Budiyanti, aku juga mengaguminya sebagai ekonom terhebat di negeri ini. Langkahnya seakan menginspirasiku untuk lebih bersemangat lagi dalam berkarya. Aku jadi ingin seperti beliau yang tidak banyak bicara tetapi lebih banyak menghasilkan sesuatu, daripada mereka-mereka yang lebih banyak bicara tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Malah banyak diantara mereka yang hanya bicara demi sebuah kekuasaan belaka.
Tetapi, dibalik kekagumanku pada Boediono, ada satu hal yang membuatku khawatir. Yaitu, cara bicaranya yang lirih. Di mata seseorang yang berpositif thingking mungkin cara bicara seperti itu dianggap sebagai cara bicara yang santun. Tetapi aku khawatir. Di dunia politik seperti yang aku lihat saat ini, semua orang penting dan politikus di negeri ini berbicara dengan lantang dan tegas. Semua yang sudah dilakukan dianggap sebagai hasil karya mereka sendiri tanpa melihat peran orang lain.
Boediono, berbeda. Dengan gaya bicara yang begitu santun, setiap kali disinggung soal keberhasilannya, beliau tidak pernah lupa mengatakan bahwa semua yang sudah dihasilkannya adalah hasil kerjasama secara teamwork. Beliau juga selalu membawa nama-nama yang sudah membantunya dalam menghasilkan sesuatu untuk negeri tercinta ini. Kekhawatiranku yang lain adalah, disaat seperti ini, saat semua mata memandangnya sebagai penganut neoliberalis, dengan gaya bicara beliau yang teramat sangat santun, aku khawatir, akan banyak orang yang menganggap gaya bicara seperti itu mencerminkan keraguan. Mereka yang tidak mengerti akan keseharian Boediono, bisa saja menganggap beliau selalu ragu dalam mengambil keputusan, padahal itu bukan ragu, tetapi hati-hati. Dalam perdebatan juga bisa saja Boediono mengalami kekalahan dalam pembicaraan tersebut karena lawan bicaranya berbicara lebih lantang dan lebih politis.
Boediono memang bukan politikus seperti mereka. Setiap kata yang keluar dari mulutnya adalah apa yang sudah dikerjakan dan sesuai dengan kenyataan. Bukan seperti mereka yang hanya berbicara tetapi tidak menyesuaikan dengan kenyataan yang ada saat ini. Boediono memang bukan anak baru lulus seperti mereka. Setiap tingkah lakunya adalah didasarkan pada ketepatan berpikir dan intelektualitas yang dimilikinya. Bukan seperti mereka yang bertingkah hanya karena kekuasaan dan materi semata.
Boediono, kekagumanku padanya akan terus menginspirasiku di setiap langkah yang aku ambil. Seandainya setiap pemuda mengidolakan setiap sosok pandai di negeri ini, mungkin negara kita 5 tahun kedepan akan menjadi negara yang terpandang di muka bumi ini. Semoga..Wallahu’alam..
Minggu, 17 Mei 2009
Mantan Direktur RS Kusta Ancam Praperadilankan Kejaksaan
Tolak Tanda Tangan, Anggap Penahanan Tidak Prosedural
KEDIRI - Penahanan mantan Direktur Rumah Sakit (RS) Kusta Kediri Bambang Ermanadji dkk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kediri, Kamis (14/5) lalu, berbuntut. Melalui penasihat hukumnya, Sunarno Edi Wibowo, Bambang mengancam akan memperadilankan kejaksaan.
"Klien saya tidak menandatangani surat penahanan dan berita acara penolakan penahanan tetapi tetap dipaksa ditahan," ujar Bowo, panggilan akrab Sunarno Edi Wibowo, saat dihubungi Radar Kediri lewat ponselnya kemarin.
Seperti diberitakan, Bambang ditahan bersama Bendahara RS Kusta Djembor Sugeng Waluyo dan rekanannya, Dian Wahyuningsih. Ini dilakukan setelah berkas perkara mereka dilimpahkan oleh polresta dan dinyatakan P-21 (sempurna) oleh kejaksaan. Mereka dijebloskan ke tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kediri sekitar pukul 21.30 setelah pengacaranya tak kunjung datang meski ditunggu sejak sore.
Bowo menyatakan sangat menyayangkan sikap Kejari Kediri yang menahan kliennya. Sebab, selama proses penyidikan, mereka selalu kooperatif, tidak melarikan diri, dan tidak menghilangkan barang bukti. "Di kepolisian saja tidak ditahan, mengapa di kejaksaan ditahan?," tanyanya.
Karena itulah, dia akan mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri, Senin (18/5) lusa. Di sanalah akan diketahui siapa yang benar dan salah dalam masalah ini. Sebab, kliennya tidak menandatangani surat penahanan namun tetap dipaksa masuk lapas.
Sebagai konsekuensinya, lanjut Bowo, dia tidak akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Sebab, meski saat ini kliennya berada di dalam tahanan, dia menganggapnya bukan sebagai penahanan. "Itu adalah upaya paksa yang dilakukan kejaksaan," lanjutnya.
Menanggapi hal ini, Soetikno, jaksa yang menangani kasus dugaan korupsi RS Kusta, mempersilakan upaya hukum yang ditempuh pengacara Bambang dkk. "Itu hak mereka," ujarnya saat dihubungi Radar Kediri.
Soetikno mengatakan, kejaksaan berwenang melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan tindak pidana korupsi. Sebab, dengan ditahan, proses hukum akan lebih cepat. "Ancaman hukumannya kan lebih dari lima tahun," katanya.
Dalam melakukan penahanan terhadap tersangka, lanjut jaksa senior ini, kejaksaan tidak perlu memberitahukannya lebih dulu. "Penahanan dan penyitaan itu kan upaya paksa yang boleh dilakukan penyidik dan jaksa penuntut umum," lanjutnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Kediri Arifin Bachroedin mengatakan, dalam masalah dugaan tindak pidana korupsi, pihaknya tidak pernah main-main. Tersangka akan selalu ditahan. "Ini untuk pembelajaran kepada pejabat dan masyarakat agar mereka tidak melakukan tindak pidana korupsi," katanya.
Kajari yang pernah menahan mantan Ketua DPRD Kabupaten Kediri Zaenal Musthofa dan mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kota Kediri Rachno Irianto dkk ini menerangkan, dengan ditahan, proses hukum terhadap tersangka akan lebih cepat. Sehingga, kejelasan tentang nasib mereka segera diketahui. "Ini kan baik buat mereka agar tidak terkatung-katung," terangnya.
Seperti diberitakan, kasus ini menyangkut pengadaan obat dan alat-alat kesehatan di RS Kusta pada 2005. Sesuai hasil audit badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP), nilai kerugian negara yang disangkakan sebesar Rp 35 juta.
Ini merupakan selisih antara anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 78 juta dengan nilai barang yang hanya Rp 43 juta. Bambang sendiri menganggapnya hanya sebagai kesalahan administrasi. Sebab, barangnya ada. Bukan proyek fiktif. (tyo/hid)
sumber : www.jawapos.co.id
Minggu, 15 Maret 2009
PEMILU 2009
Tanggal 9 April 2009, Indonesia punya hajatan besar yaitu Pemilu 2009. Semua warga Indonesia seakan hanyut dalam pesta besar ini dan ingin ikut berpartisipasi di dalamnya. Seperti kebanyakan hajatan yang diselenggarakan banyak orang, seharusnya semua warga Indonesia menyambut gembira peristiwa bersejarah ini. Meskipun diadakan hanya 4 tahun sekali, tapi Pemilu ini sangat menentukan ke arah mana bangsa ini akan melangkah.
Bagi sebagian masyarakat mungkin telah mengetahui partai politik apa saja yang menjadi peserta pemilu tahun ini. Namun, ternyata masih banyak juga masayarakat yang belum begitu mengetahui peserta pemilu tahun 2009 ini, terutama masyarakat pedesaan yang kurang mendapat sosialisasi. Sebanyak 34 partai politik di Indonesia telah mendaftarkan diri sebagai peserta pemilu, diantaranya:
- Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA)
- Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
- Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia (PPPI)
- Partai Peduli Rakyat Indonesia
- Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)
- Partai Barisan Nasional (BARNAS)
- Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
- Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
- Partai Amanat Nasional (PAN)
- Partai Perjuangan Indonesia Baru
- Partai Kedaulatan
- Partai Persatuan Daerah
- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
- Partai Pemuda Indonesia
- Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI-Marhaenisme)
- Partai Demokrasi Pembaruan
- Partai Karya Perjuangan
- Partai Matahari Bangsa
- Partai Penegak Demokrasi Indonesia
- Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
- Partai Republik Nusantara (PRN)
- Partai Pelopor
- Partai Golongan Karya (GOLKAR)
- Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
- Partai Damai Sejahtera (PDS)
- Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
- Partai Bulan Bintang (PBB)
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
- Partai Bintang Reformasi (PBR)
- Partai Patriot
- Partai Demokrat
- Partai Kasih Demokrasi Indonesia
- Partai Indonesia Sejahtera
- Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)
Partai-partai inilah yang akan menyemarakkan pesta besar di negeri tercinta kita ini. Maka dari itu, gunakanlah hak pilih Anda karena langkah bangsa ini ada di tangan Anda.
“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.” (Bung Karno)
Penulis : dnwae (dikutip dari berbagai sumber)
Senin, 02 Maret 2009
ABORSI
Sebenarnya kasus aborsi adalah kasus yang kontroversial. Seperti pisau yang bermata dua, bila dilakukan maka akan berdosa bagi pelakunya, tetapi bila tidak dilakukan, maka kehidupan bayi dalam kandungan tidak akan terjamin.
Masyarakat tentu sudah mengetahui arti aborsi, yaitu menggugurkan kandungan. Dalam bahasa kedokteran dikenal dengan istilah "abortus", yang secara ilmiah berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Dalam dunia kedokteran, abortus dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Aborsi spontan (alamiah)
2. Aborsi buatan (sengaja)
3. Aborsi Terapeutik (medis)
Aborsi spontan (alamiah) biasanya terjadi tidak karena tindakan apa-apa, melainkan karena gagalnya proses pembentukan janin yang disebabkan oleh kurangnya kualitas sel telur dan sel sperma. Aborsi buatan (sengaja) dilakukan dengan sengaja dengan cara menghisap atau mengeluarkan janin dengan paksa sehingga terjadi kematian janin sebelum dilahirkan. Sedangkan aborsi terapeutik (medis) adalah pengguguran yang dilakukan karena alasan medik, jika janin tidak digugurkan maka akan menimbulkan bahaya kematian bagi sang ibu atau sang bayi itu sendiri.
Yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini adalah aborsi yang dilakukan secara sengaja. Tanpa disadari aborsi yang dilakukan secara sengaja dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi psikologis dan kesehatan reproduksi wanita. Resiko yang terjadi antara lain :
1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada
anak berikutnya
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
9. Kanker hati (Liver Cancer)
10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat
pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
Belum lagi resiko mental yang harus diterima setelah aborsi, seperti berikut ini :
1. Kehilangan harga diri (82%)
2. Berteriak-teriak histeris (51%)
3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)
4. Ingin melakukan bunuh diri (28%)
5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%)
6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)
Dengan resiko yang demikian banyak, seharusnya seorang wanita dapat berpikir lebih logis bila harus menggugurkan kandungannya. Bukankah seorang anak adalah karunia dan anugerah dari Yang Maha Kuasa supaya kita selalu mensyukuri nikmatnya. Beruntunglah bagi wanita yang masih bisa mempunyai keturunan daripada harus menanggung derita karena tidak dapat menghasilkan keturunan.
Pada akhirnya semua tindakan harus didasarkan pada akhlak dan moral masing-masing individu. Tentu kita masih punya pikiran untuk menghargai CiptaanNya karena kita juga tercipta karena Nya.
"Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan lagi tidak mengetahui, dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezekikan kepada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. " (QS. Al An'aam : 140)
sumber :
www.aborsi.com
www.al-islam.com
(dengan perubahan oleh penulis)
Selasa, 24 Februari 2009
Mulailah jauhkan ponsel dari saku celana kaum Pria ?
Ashok Agarwal, Direktur institusi riset the Center for Reproductive Medicine di Celeveland memperkirakan, bahwa dampak paparan sinyal elektronik : “radio-frequency electromagnetic” dari perangkat ponsel apabila selagi dipergunakan berposisi cukup dekat dengan kelamin pria dicurigai dapat mempengaruhi kelenjar gonads hingga menyebabkan penurunan kualitas sperma pria. Penurunan kualitas sperma yang ditemukan yakni dalam hal “mortility” dan “viability”, dampak yang juga sering terjadi dalam kondisi terjadinya infeksi pada saluran urine ataupun kondisi pria yang dalam aktivitas sehari-hari sering terpapar terhadap kondisi lingkungan hidup berpolusi tinggi. Jadi orang-orang yang sehari-hari dalam beraktivitas terbiasa mengantongi ponsel dalam saku celananya dalam kondisi menyala: “on talk mode” pantas memperhatikan peringatan ini.
Dalam eksperimen yang dilakukan ponsel didekatkan selama kisaran waktu 1 jam dengan sampel cairan sperma manusia yang diambil atas 32 responden. Penelitian membagi 32 responden dalam 2 kelompok: kelompok “Uji” dan “Kontrol” eksperimen. Setiap responden masing-masing diminta menyerahkan sampel sperma dalam gelas tabung lab kecil untuk dibawa ke lab peneliti untuk sama-sama dikondisikan dalam kondisi lab, hanya saja untuk sampel sperma kelompok uji diletakkan berjarak 2.5cm dari sebuah perangkat ponsel berspesifikasi sinyal 850 MHz dalam kondisi menyala untuk diadakan pengamatan atas pengujian setelah selama 1 jam.
Selain tejadinya dampak negatif pada mortilitas dan viabilitas sperma manusia, penelitian juga mengamati bahwa pada sperma percobaan kelompok uji terdapat 85% peningkatan terjadinya radikal bebas dibanding sperma dari kelompok kontrol, yang lazim terjadi dalam kondisi “evidence of oxidative stress”.
Walau mengakui bahwa lingkup penelitian eksperimen yang dilaksanakan masih berlangsung amat terbatas dalam hal jumlah sampel responden atau pun kondisi eksperimen sperma yang disimpan dalam kondisi lab yang tentunya terbilang amat berbeda dari kondisi tubuh manusia yang sesungguhnya, namun riset awal ini bagi Agarwal amat penting sebagai bahan untuk riset lanjut yang lebih luas dan mendalam. Agarwal dkk sebelumnya pun pernah melakukan riset dengan metode pengumpulan data dengan “self-reported data” atas sejumlah 361 sukarelawan para pria dewasa yang dalam aktivitas sehari-hari memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan komunikasi seluler, kemudian mengungkapkan hasil temuan bahwa kalangan pengguna ponsel yang terbiasa beraktivitas ponsel 4 jam lebih ternyata diamati mengalami penurunan yang terlihat signifikan pada kualitas sperma dibanding kalangan yang menggunakan ponsel sehari-hari dalam periode waktu yang hanya kurang daripada 4jam.
Sumber: Up-dates cnn|com. / Rizal AK.
http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=1&ch=berita&id=716
Valentino Rossi


Jika di Formula One kita mengenal Michael Schumacher sebagai sang legenda, maka di lomba balap motor pun ada jawaranya. Grand Prix Moto GP mencatat Valentino Rossi sebagai seorang master di balap motor ini. Pria kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979 ini berhasil menorehkan tinta emas di dunia balap motor dengan membukukan tujuh gelar juara dunia, sekali di kelas 125 cc, sekali di kelas 250 cc, dan lima kali di kelas puncak 500 cc dan MotoGP.
Bakat pria berusia 29 tahun ini sudah terlihat sejak kecil. Ketika anak-anak seusia asyik dengan mainannya, Rossi sudah bermain dengan motor balap sungguhan. Mental juaranya sudah terasah sejak usia dini. Di usia sepuluh tahun, bahkan Rossi sudah menjuarai kejuaraan gokart regional dengan mengalahkan lawan-lawannya yang berusia jauh di atasnya.
Pada usia baru menginjak 14 tahun, Rossi juga sudah menjadi juara balap nasional Italia di kelas 125 cc. Kemudian, pada tahun 1998 Rossi naik kelas di kategori 250 cc. Pada tahun pertama ia langsung menjadi runner-up. Perkembangan pesat hasil latihan kerasnya kemudian segera mengantarkan Rossi naik ke kelas internasional. Ia pun menjajal MotoGP kelas 125 cc. Tak perlu menunggu lama, setahun berikut ia sudah naik podium sebagai juara dunia kelas 125 cc.
Perkembangan karier Rossi melaju sangat pesat. Tahun 2000, penyuka tantangan ini menjajal kelas utama 500 cc. Prestasinya langsung menghebohkan publik dengan juara dunia kelas 500 cc di tahun kedua. Selama tiga tahun berturut-turut Rossi mempertahankan gelarnya di kelas utama bersama Honda.
Menurut Rossi kunci kemenangannya adalah ketenangan dan menjadi pemikir. "Di balap 500 cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,"ucapnya. Dengan ketenangan itulah, berkali-kali ia sering memperlihatkan aksi "akrobatik" saat hendak terjatuh atau saat menyalip lawan di tikungan.
Pada akhir musin 2003, Rossi memutuskan untuk meninggalkan tim Honda dan bergabung dengan tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalapnya Wayne Rainey. Awalnya, ia disangsikan bisa meneruskan kejayaannya saat masih di tim lama karena memang performa Yamaha dianggap masih sekelas di bawah Honda.
Tapi, bukan Rossi namanya jika tak mampu menaklukkan tantangan. Ia membuktikanb bahwa mesin hanyalah alat, dan oranglah-yakni dirinya sebagai pembalap-yang menentukan menang dan kalah. Dan, ia pun membuktikan semua omongannya. Tim Yamaha mampu diangkatnya ke pentas juara sehingga ia dijuluki The Doctor. Bersama tim Yamaha, Rossi berhasil membuktikan dirinya tetap menjadi yang terdepan dengan menjadi juara dunia tahun 2004 dan 2005.
Rossi merupakan sosok yang menyukai tantangan. Kepindahannya ke Yamaha memberikan tantangan tersendiri baginya. Motivasi untuk mengatasi tantangan membuat Rossi selalu berjaya di setiap kelas dan tim yang digelutinya. Ia merupakan sosok yang dinamis yang tak pernah berhenti dan merasa puas dengan pencapaiannya. Tantangan apapun yang ada di depannya pasti akan dikejarnya.
Menyukai tantangan dan tidak patah semangat adalah kunci keberhasilan dari seorang Valentino Rossi. Ia mampu membuktikan dirinya sebagai yang terdepan di arena balap MotoGP. Tekad dan pemikiran yang matang membuat namanya semakin berkibar di dunia internasional. Kisah perjalanan Valentino Rossi yang layak diacungi jempol dan diteladani. Luar biasa!
sumber : http://www.andriewongso.com/awartikel-1584-Success_Story-Valentino_Rossi
Sabtu, 21 Februari 2009
Inti semua kebijaksanaan
Setelah sepuluh tahun bekerja untuk meringkas dasar-dasar kebijaksanaan yang diambil dari ribuan buku tersebut, para mahaguru berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dalam seratus jilid. “Itu masih terlalu banyak”, kata sang raja. “Saya telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu dalam inti yang paling dasariah.”
Maka orang-orang bijak itu kembali mencoba dan memeras semua kebijaksanaa didunia kedalam hanya satu buku. Tapi pada waktu itu Raja telah berbaring di tempat tidur menjelang kematiannya. Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi buku kebijaksanaan itu menjadi hanya satu pernyataan, “Manusia hidup, lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah: Cinta”.
sumber : http://inspirasi2.wordpress.com/2008/06/06/inti-semua-kebijaksanaan/
Selasa, 10 Februari 2009
DAN AKHIRNYA..
Dan akhirnya, aku harus meninggalkan semuanya. Persahabatan dan cinta. Sahabat, hanya maaf yang dapat kuucap dari bibir ini. Apa yang terjadi selama 2 bulan ini adalah salahku. Semua salahku, dan aku harus menanggung semua akibat dari perbuatanku. Aku harus ikhlas meninggalkan kenangan kita lagi. Aku hanya berharap kamu bisa mengerti, dan hanya doa yang tulus dariku, semoga semuanya bahagia tanpa aku.
Cintaku, aku harus meninggalkan perasaan itu demi kebaikan semuanya. Tidaklah ada seorang wanita pun di dunia ini yang ingin di caci demi mendapatkan seorang laki-laki. Dan akhirnya aku pun ikhlas meninggalkan perasaan itu meskipun juga terasa sakit. Mungkin hanya keajaiban yang akan membawamu kembali padaku. Membawa secercah harapan untuk memulai kisah yang baru bersamamu. Semoga..
Dan akhirnya.. aku pun harus kehilangan kenangan bersama mereka lagi. Kisah ini seakan terulang seperti kisah 8 tahun lalu, dimana aku harus kehilangan kalian semua. Hingga saat ini lidahku kelu mengucap selamat tinggal pada kalian karena sebenarnya aku masih ingin mengukir kenangan itu.
Dan akhirnya, hanya kata .. Maaf.. yang mengiringi langkah gontaiku menuju masa depanku yang semoga dapat menyembuhkan luka hatiku.. Terima kasih untuk goresan kenangan selama 2 bulan ini bersama kalian. Singkat bagi waktu, namun kisah yang panjang bagi masaku..
Rabu, 28 Januari 2009
Puisi Untuk Penyair
Bahagia melihat kita bersama..
Satu jiwa..
Siang itu.. Sore itu..
Tak terasa wajah kita menyatu..
Dalam dekapan kerinduan yang dalam..
Percikan cinta menaburi sayang..
Meleburkan ego memuja Illahi..
Syukur.. Alhamdulillah..
Pertemuan yang patut dikenang..
Hingga bintang tersenyum..
Berkata pada insan yang jatuh cinta..
Everytime you need me,
You will find me on your side
because we are one soul..
Cinta Membunuh Cinta
Mungkin aku terlalu sayang hingga aku harus menahan semua perasaanku dan bersabar lebih banyak. Air mata ini tak akan mampu mewakili bimbangnya perasaanku.
Dunia ini sepertinya terlalu kejam padaku. Mereka tidak memberiku kesempatan untuk memilih yang lebih baik serta membuktikan perasaanku. Aku semakin takut menghadapi masa depanku. Aku tidak tahu apa yang akan aku alami nanti kalau semuanya jadi seperti ini. Mungkin apa yang aku hadapi ini adalah karma bagiku. Allah SWT Maha Adil.. memberi semua ini padaku karena ini semua adalah kesalahan masa laluku. Tapi aku siap menghadapinya. Aku bahkan sudah mempersiapkan hal terburuk yang akan terjadi dalam hidupku. Bisa jadi hidupku akan berantakan, atau bahkan trauma akan selalu membayangi hidupku.
Cinta.. Perasaan itu telah membunuh perasaanku sendiri atas cinta yang lain. Cinta juga yang telah membuatnya meninggalkan seseorang yang mencintainya. Selama ini aku telah salah menilainya, ternyata aku juga salah menilai perasaanku. Aku hanya berharap, meskipun aku tidak berhak berharap terlalu banyak padanya.. Aku hanya berharap..jalan yang aku ambil ini adalah jalan yang terbaik bersamanya..
Entah kenapa, cerita hidupku di masa ini sama persis seperti cerita hidupku 8 tahun yang lalu. Tapi, aku hanya berharap semua ini akan berakhir dengan akhir yang bahagia.. amiin..
Lewat tulisan ini, aku hanya ingin minta maaf pada seseorang yang telah aku sakiti hatinya di masa lalu karena aku sudah berani mengganggu kehidupannya.. Aku juga minta maaf pada seseorang yang akan aku tinggalkan, karena aku tidak bisa lagi bersamanya..
Senin, 19 Januari 2009
Mantan Direktur RS Kusta Jadi Tersangka Dugaan Korupsi
Kediri (ANTARA News) - Mantan Direktur Rumah Sakit Kusta Kediri, Bambang Endarmaji, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelian obat dan perlengkapan senilai Rp35 juta oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kediri.
"Dari beberapa saksi yang kami periksa, ada indikasi kuat dia (Bambang) terlibat dalam kasus itu," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kediri, AKP David Subagio, di Kediri, Jawa Timur, Selasa.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan cukup bukti untuk mengalihkan status mantan Direktur RS Kusta Kediri yang pensiun tahun 2007 lalu dari semula saksi menjadi tersangka.
"Saksi yang kami periksa dari pegawai hingga rekanan. Keterangan yang kami peroleh dari mereka sudah jelas jika Bambang sengaja membuat laporan fiktif," katanya mengungkapkan.
Ia mengatakan, Bambang sendiri telah menjalani pemeriksaan hingga empat kali. Dalam pemeriksaan terakhir langsung ditetapkan sebagai tersangka. Kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, Polresta Kediri tidak melakukan penahanan.
"Selama ini dia kami anggap kooperatif menjalani pemeriksaan. Terlebih, dia berjanji tidak akan menghilangkan barang bukti, makanya kami belum menahannya dulu," katanya.
Tapi, lanjut David, pihaknya akan tetap memproses kasus tersebut dan menyerahkan berkasnya pada Pengadilan Negeri (PN) Kediri untuk proses hukum selanjutnya.
Menyinggung tentang rekanan yang diduga juga terlibat kasus tersebut, David enggan berkomentar. Ia mengaku hingga saat ini masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan rekanan dalam kasus itu.
Kasus dugaan korupsi RS Panti Kusta yang terjadi pada tahun 2006-2007 itu dibuka kembali, setelah sempat tertunda beberapa waktu. Hingga kini, polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus pembelian perlengkapan dan obat-obatan yang merugikan negara hingga RP35 juta tersebut. Sebelumnya polisi telah menetapkan Bendahara RS Kusta Kediri, Djembor yang kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kediri. (*)