Minggu, 15 Maret 2009

PEMILU 2009

Tanggal 9 April 2009, Indonesia punya hajatan besar yaitu Pemilu 2009. Semua warga Indonesia seakan hanyut dalam pesta besar ini dan ingin ikut berpartisipasi di dalamnya. Seperti kebanyakan hajatan yang diselenggarakan banyak orang, seharusnya semua warga Indonesia menyambut gembira peristiwa bersejarah ini. Meskipun diadakan hanya 4 tahun sekali, tapi Pemilu ini sangat menentukan ke arah mana bangsa ini akan melangkah.

Bagi sebagian masyarakat mungkin telah mengetahui partai politik apa saja yang menjadi peserta pemilu tahun ini. Namun, ternyata masih banyak juga masayarakat yang belum begitu mengetahui peserta pemilu tahun 2009 ini, terutama masyarakat pedesaan yang kurang mendapat sosialisasi. Sebanyak 34 partai politik di Indonesia telah mendaftarkan diri sebagai peserta pemilu, diantaranya:

  1. Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA)
  2. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
  3. Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia (PPPI)
  4. Partai Peduli Rakyat Indonesia
  5. Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)
  6. Partai Barisan Nasional (BARNAS)
  7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
  8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
  9. Partai Amanat Nasional (PAN)
  10. Partai Perjuangan Indonesia Baru
  11. Partai Kedaulatan
  12. Partai Persatuan Daerah
  13. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
  14. Partai Pemuda Indonesia
  15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI-Marhaenisme)
  16. Partai Demokrasi Pembaruan
  17. Partai Karya Perjuangan
  18. Partai Matahari Bangsa
  19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia
  20. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
  21. Partai Republik Nusantara (PRN)
  22. Partai Pelopor
  23. Partai Golongan Karya (GOLKAR)
  24. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  25. Partai Damai Sejahtera (PDS)
  26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
  27. Partai Bulan Bintang (PBB)
  28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
  29. Partai Bintang Reformasi (PBR)
  30. Partai Patriot
  31. Partai Demokrat
  32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
  33. Partai Indonesia Sejahtera
  34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)

Partai-partai inilah yang akan menyemarakkan pesta besar di negeri tercinta kita ini. Maka dari itu, gunakanlah hak pilih Anda karena langkah bangsa ini ada di tangan Anda.

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.” (Bung Karno)

Penulis : dnwae (dikutip dari berbagai sumber)

Senin, 02 Maret 2009

ABORSI

Akhir-akhir ini banyak berita tentang aborsi mencuat di masyarakat. Media elektronik sampai media cetak memberitakan terbongkarnya kasus aborsi di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan ada beberapa stasiun televisi yang bisa mendatangi tempat praktek aborsi ilegal dengan kamera tersembunyi. Dari penelusuran tersebut terbongkar rahasia bahwa ternyata di Jakarta saja banyak praktek aborsi ilegal yang dilakukan oleh dokter. Padahal seorang dokter di masyarakat seharusnya mempunyai kepribadian yang suka menolong sesama, tetapi image sebagai dokter aborsi ternyata sama dengan pembunuh berdarah dingin.
Sebenarnya kasus aborsi adalah kasus yang kontroversial. Seperti pisau yang bermata dua, bila dilakukan maka akan berdosa bagi pelakunya, tetapi bila tidak dilakukan, maka kehidupan bayi dalam kandungan tidak akan terjamin.
Masyarakat tentu sudah mengetahui arti aborsi, yaitu menggugurkan kandungan. Dalam bahasa kedokteran dikenal dengan istilah "abortus", yang secara ilmiah berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Dalam dunia kedokteran, abortus dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Aborsi spontan (alamiah)
2. Aborsi buatan (sengaja)
3. Aborsi Terapeutik (medis)

Aborsi spontan (alamiah) biasanya terjadi tidak karena tindakan apa-apa, melainkan karena gagalnya proses pembentukan janin yang disebabkan oleh kurangnya kualitas sel telur dan sel sperma. Aborsi buatan (sengaja) dilakukan dengan sengaja dengan cara menghisap atau mengeluarkan janin dengan paksa sehingga terjadi kematian janin sebelum dilahirkan. Sedangkan aborsi terapeutik (medis) adalah pengguguran yang dilakukan karena alasan medik, jika janin tidak digugurkan maka akan menimbulkan bahaya kematian bagi sang ibu atau sang bayi itu sendiri.
Yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini adalah aborsi yang dilakukan secara sengaja. Tanpa disadari aborsi yang dilakukan secara sengaja dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi psikologis dan kesehatan reproduksi wanita. Resiko yang terjadi antara lain :
1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada
anak berikutnya
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
9. Kanker hati (Liver Cancer)
10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat
pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)


Belum lagi resiko mental yang harus diterima setelah aborsi, seperti berikut ini :
1. Kehilangan harga diri (82%)
2. Berteriak-teriak histeris (51%)
3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)
4. Ingin melakukan bunuh diri (28%)
5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%)
6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)


Dengan resiko yang demikian banyak, seharusnya seorang wanita dapat berpikir lebih logis bila harus menggugurkan kandungannya. Bukankah seorang anak adalah karunia dan anugerah dari Yang Maha Kuasa supaya kita selalu mensyukuri nikmatnya. Beruntunglah bagi wanita yang masih bisa mempunyai keturunan daripada harus menanggung derita karena tidak dapat menghasilkan keturunan.
Pada akhirnya semua tindakan harus didasarkan pada akhlak dan moral masing-masing individu. Tentu kita masih punya pikiran untuk menghargai CiptaanNya karena kita juga tercipta karena Nya.

"Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan lagi tidak mengetahui, dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezekikan kepada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. " (QS. Al An'aam : 140)

sumber :
www.aborsi.com
www.al-islam.com
(dengan perubahan oleh penulis)