Dan bintang tersenyum..
Bahagia melihat kita bersama..
Satu jiwa..
Siang itu.. Sore itu..
Tak terasa wajah kita menyatu..
Dalam dekapan kerinduan yang dalam..
Percikan cinta menaburi sayang..
Meleburkan ego memuja Illahi..
Syukur.. Alhamdulillah..
Pertemuan yang patut dikenang..
Hingga bintang tersenyum..
Berkata pada insan yang jatuh cinta..
Everytime you need me,
You will find me on your side
because we are one soul..
Jangan di buka kalo gak pengen buka, jangan di baca kalo gak pengen baca, jangan komen kalo gak pengen komen. Just Enjoy..
Rabu, 28 Januari 2009
Cinta Membunuh Cinta
Kadang aku bertanya pada diriku sendiri, apa jadinya hidupku di masa mendatang? Aku merasa seperti manusia bodoh yang terbunuh oleh perasaanku sendiri. Di satu sisi, aku merasa bahagia berada di dekat orang yang aku sayangi, tapi di sisi lain, aku merasa tidak berhak berharap terlalu banyak. Rasanya aku ingin berteriak, ingin seseorang yang lebih. Tapi, suaraku tertahan oleh rasa sayang yang berlebihan.
Mungkin aku terlalu sayang hingga aku harus menahan semua perasaanku dan bersabar lebih banyak. Air mata ini tak akan mampu mewakili bimbangnya perasaanku.
Dunia ini sepertinya terlalu kejam padaku. Mereka tidak memberiku kesempatan untuk memilih yang lebih baik serta membuktikan perasaanku. Aku semakin takut menghadapi masa depanku. Aku tidak tahu apa yang akan aku alami nanti kalau semuanya jadi seperti ini. Mungkin apa yang aku hadapi ini adalah karma bagiku. Allah SWT Maha Adil.. memberi semua ini padaku karena ini semua adalah kesalahan masa laluku. Tapi aku siap menghadapinya. Aku bahkan sudah mempersiapkan hal terburuk yang akan terjadi dalam hidupku. Bisa jadi hidupku akan berantakan, atau bahkan trauma akan selalu membayangi hidupku.
Cinta.. Perasaan itu telah membunuh perasaanku sendiri atas cinta yang lain. Cinta juga yang telah membuatnya meninggalkan seseorang yang mencintainya. Selama ini aku telah salah menilainya, ternyata aku juga salah menilai perasaanku. Aku hanya berharap, meskipun aku tidak berhak berharap terlalu banyak padanya.. Aku hanya berharap..jalan yang aku ambil ini adalah jalan yang terbaik bersamanya..
Entah kenapa, cerita hidupku di masa ini sama persis seperti cerita hidupku 8 tahun yang lalu. Tapi, aku hanya berharap semua ini akan berakhir dengan akhir yang bahagia.. amiin..
Lewat tulisan ini, aku hanya ingin minta maaf pada seseorang yang telah aku sakiti hatinya di masa lalu karena aku sudah berani mengganggu kehidupannya.. Aku juga minta maaf pada seseorang yang akan aku tinggalkan, karena aku tidak bisa lagi bersamanya..
Mungkin aku terlalu sayang hingga aku harus menahan semua perasaanku dan bersabar lebih banyak. Air mata ini tak akan mampu mewakili bimbangnya perasaanku.
Dunia ini sepertinya terlalu kejam padaku. Mereka tidak memberiku kesempatan untuk memilih yang lebih baik serta membuktikan perasaanku. Aku semakin takut menghadapi masa depanku. Aku tidak tahu apa yang akan aku alami nanti kalau semuanya jadi seperti ini. Mungkin apa yang aku hadapi ini adalah karma bagiku. Allah SWT Maha Adil.. memberi semua ini padaku karena ini semua adalah kesalahan masa laluku. Tapi aku siap menghadapinya. Aku bahkan sudah mempersiapkan hal terburuk yang akan terjadi dalam hidupku. Bisa jadi hidupku akan berantakan, atau bahkan trauma akan selalu membayangi hidupku.
Cinta.. Perasaan itu telah membunuh perasaanku sendiri atas cinta yang lain. Cinta juga yang telah membuatnya meninggalkan seseorang yang mencintainya. Selama ini aku telah salah menilainya, ternyata aku juga salah menilai perasaanku. Aku hanya berharap, meskipun aku tidak berhak berharap terlalu banyak padanya.. Aku hanya berharap..jalan yang aku ambil ini adalah jalan yang terbaik bersamanya..
Entah kenapa, cerita hidupku di masa ini sama persis seperti cerita hidupku 8 tahun yang lalu. Tapi, aku hanya berharap semua ini akan berakhir dengan akhir yang bahagia.. amiin..
Lewat tulisan ini, aku hanya ingin minta maaf pada seseorang yang telah aku sakiti hatinya di masa lalu karena aku sudah berani mengganggu kehidupannya.. Aku juga minta maaf pada seseorang yang akan aku tinggalkan, karena aku tidak bisa lagi bersamanya..
Label:
Cinta
Senin, 19 Januari 2009
Mantan Direktur RS Kusta Jadi Tersangka Dugaan Korupsi
13/01/09 21:48
Kediri (ANTARA News) - Mantan Direktur Rumah Sakit Kusta Kediri, Bambang Endarmaji, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelian obat dan perlengkapan senilai Rp35 juta oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kediri.
"Dari beberapa saksi yang kami periksa, ada indikasi kuat dia (Bambang) terlibat dalam kasus itu," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kediri, AKP David Subagio, di Kediri, Jawa Timur, Selasa.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan cukup bukti untuk mengalihkan status mantan Direktur RS Kusta Kediri yang pensiun tahun 2007 lalu dari semula saksi menjadi tersangka.
"Saksi yang kami periksa dari pegawai hingga rekanan. Keterangan yang kami peroleh dari mereka sudah jelas jika Bambang sengaja membuat laporan fiktif," katanya mengungkapkan.
Ia mengatakan, Bambang sendiri telah menjalani pemeriksaan hingga empat kali. Dalam pemeriksaan terakhir langsung ditetapkan sebagai tersangka. Kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, Polresta Kediri tidak melakukan penahanan.
"Selama ini dia kami anggap kooperatif menjalani pemeriksaan. Terlebih, dia berjanji tidak akan menghilangkan barang bukti, makanya kami belum menahannya dulu," katanya.
Tapi, lanjut David, pihaknya akan tetap memproses kasus tersebut dan menyerahkan berkasnya pada Pengadilan Negeri (PN) Kediri untuk proses hukum selanjutnya.
Menyinggung tentang rekanan yang diduga juga terlibat kasus tersebut, David enggan berkomentar. Ia mengaku hingga saat ini masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan rekanan dalam kasus itu.
Kasus dugaan korupsi RS Panti Kusta yang terjadi pada tahun 2006-2007 itu dibuka kembali, setelah sempat tertunda beberapa waktu. Hingga kini, polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus pembelian perlengkapan dan obat-obatan yang merugikan negara hingga RP35 juta tersebut. Sebelumnya polisi telah menetapkan Bendahara RS Kusta Kediri, Djembor yang kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kediri. (*)
Kediri (ANTARA News) - Mantan Direktur Rumah Sakit Kusta Kediri, Bambang Endarmaji, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelian obat dan perlengkapan senilai Rp35 juta oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kediri.
"Dari beberapa saksi yang kami periksa, ada indikasi kuat dia (Bambang) terlibat dalam kasus itu," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kediri, AKP David Subagio, di Kediri, Jawa Timur, Selasa.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan cukup bukti untuk mengalihkan status mantan Direktur RS Kusta Kediri yang pensiun tahun 2007 lalu dari semula saksi menjadi tersangka.
"Saksi yang kami periksa dari pegawai hingga rekanan. Keterangan yang kami peroleh dari mereka sudah jelas jika Bambang sengaja membuat laporan fiktif," katanya mengungkapkan.
Ia mengatakan, Bambang sendiri telah menjalani pemeriksaan hingga empat kali. Dalam pemeriksaan terakhir langsung ditetapkan sebagai tersangka. Kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, Polresta Kediri tidak melakukan penahanan.
"Selama ini dia kami anggap kooperatif menjalani pemeriksaan. Terlebih, dia berjanji tidak akan menghilangkan barang bukti, makanya kami belum menahannya dulu," katanya.
Tapi, lanjut David, pihaknya akan tetap memproses kasus tersebut dan menyerahkan berkasnya pada Pengadilan Negeri (PN) Kediri untuk proses hukum selanjutnya.
Menyinggung tentang rekanan yang diduga juga terlibat kasus tersebut, David enggan berkomentar. Ia mengaku hingga saat ini masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan rekanan dalam kasus itu.
Kasus dugaan korupsi RS Panti Kusta yang terjadi pada tahun 2006-2007 itu dibuka kembali, setelah sempat tertunda beberapa waktu. Hingga kini, polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus pembelian perlengkapan dan obat-obatan yang merugikan negara hingga RP35 juta tersebut. Sebelumnya polisi telah menetapkan Bendahara RS Kusta Kediri, Djembor yang kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kediri. (*)
sumber : http://www.antara.co.id/
Langganan:
Postingan (Atom)