Kamis, 19 Mei 2011

Ahmad Mulazim Hikam



Beberapa hari yang lalu duniaku masih gelap. Hanya cahaya kasih sayang ibu yang mewarnai hari-hariku di sana selama 9 bulan itu. Saat roh di tiupkan pada ragaku, yang aku tahu ibu dan bapak sangat mencintaiku dan sangat mengharapkan kehadiranku ke dunia ini.
Siang itu, 27 April 2011, jam 11.00 WITA, ALLAH SWT telah mengijinkanku memulai kehidupan dan merasakan udara untuk yang pertama kali di dunia fana ini. Aku pun memulai petualanganku.
Hal pertama yang kupelajari adalah bernafas dengan hidung dan paru-paruku sendiri, kemudian aku menangis sekencang-kencangnya sebagai tanda ucapan "Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakaatuh". Tepat di telinga kananku, kudengar merdunya suara Bapak melantunkan Adzan. Meski lirih, kudengar juga tangisan haru dari hati kecil Ibu.
Hari mulai berganti, semakin hari aku semakin mengenal Ibu melalui tatapan lembutnya saat memandangku sewaktu mengganti popokku. Begitupun aku mulai mengenal Bapak saat beliau dengan penuh kasih sayang menimangku pada tengah malam ketika aku terbangun dari tidur lelapku.
Aku mendapat nama dari Orangtuaku, AHMAD MULAZIM HIKAM. Sebuah nama adalah doa, Bapak dan Ibu berharap aku sebagai umat Rasulullah SAW yang setia/istiqomah dalam beribadah serta selalu bijaksana pada setiap langkah hidupku.
Aku ingin segera mengucapkan terima kasih pada Ibu dan Bapak yang telah sabar menunggu kehadiranku serta merawatku dengan cinta sepenuh hati. Juga pada mereka yang telah mendampingi dan membantu Ibu dan Bapak merawatku pada saat-saat pertama ini. Aku berjanji akan selalu berbakti pada Orangtuaku karena mereka adalah pintu surga bagiku.

Tidak ada komentar: